ETIKA DAN KEPROFESIONALAN PEMIMPIN
ETIKA DAN KEPROFESIONALAN PEMIMPIN
Oleh:
HATTA UTAWAN
180110018
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI
UNIVERSITAS HAMZANWADI
2020
KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu’alaikum wr wb
Segala
puji bagi Allah SWT, yang telah memlimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga
dalam penyusuanan laporan ini yang mengenai dengan buku “Etika dan Profesional
Pemimpin”, kemudian ucapan terimaksih kami haturkan kepada Allah swt yang telah
melindungi dalam penyusunan laporan ini setiap saat dan diberi kemudahan oleh
Allah swt.
Rasulullah saw adalah sang kekasih Allah swt,
sang nabi penyempurna aqidah dan akhlak manusia dari zaman kegelapan menuju
zaman terang benderang yang seperti kita rasakan sekarang ini, patut kita
salalu mencitai beliau dengan bersholawat.
Berbicara masalah pemimin tetntu didalam
pikiran kita dalag bagaiman seorang terdepan yang menjadi patokan dalam senuah
strutur organisasi maupun suatu pimpinan dalam perusahan, pemrintahaan bahkan
dalam pendidikan tersebut. dalam hal ini akan di bahasa tentang bagaimana hasil
observasi yang dialakukan 5 Pemimpin terdiri dari Kepala Dusun, Desa, dan
kepala Sekolah.
Diakui dengan sepenuh kesadaran bahwa dalam
penyusunan karya ilmiah ini masih banyak kekurangan dan keikhlafan. Karena itu
tentu kritik ibu Qurratul Aini, S.Pd.,M.Pd. sebagai dosen pengampu mata kuliah Etika
dan Profesi Keguruan, sangat di harapkan agar dalam penyusuan laporan ini lebih
baik lagi kedepannya, untuk itu saya sampaikan terimakasih sebesar-besarnya.
Dan, kemudian ucapan terimakasih saya sampaikan kepada kelurga dan sahabat yang
selalu mendukung saya hingga pnyusunan laporan ini selesai dengan baik dan tepat waktu.
Selong, 15 Januari
2020
Hatta
utawan
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL
BAB I
PENDAHULUAN
Kepemimpinan tanpa etika adalah malapetaka
karena dapat menimbulkan ketidakstabilan dan kehancuran. Seorang pemimpin wajib
untuk memimpin dengan berpondasikan etika yang kuat dan santun. Sebab, tanpa
etika kepemimpinan, maka pemimpin tidak akan pernah mampu menyentuh hati
terdalam dari para pengikut. Dan dia juga akan mnejadi yang gampang untuk di
olok-olok oleh lawan dan kawan. Bila lawan, kawan, dan bawahan sudah suka
meperolok-olokkan pemimpin, maka malapetaka akan menjadi sahabat kepemimpinan
tersebut.
Seorang pemimpin yang memiliki etika akan
mampu membawa organisasi yang dipimpinnya sampai ke puncak keberhasilan dengan
memanfaatkan semua potensi yang ada pada semua anggota organisasi yang
dipimpin. Seorang pemimpin menjadikan etika sebagai dasar mengoptimalkan semua
bakat dan potensi sumber daya manusia, dan meningkatkan nilai dari semua sumber
daya yang dimiliki oleh organisasi serta menghargai semua kualitas dan
kompetensi sumber daya manusia. Dan bukan seorang pemimpin yang menciptakan
jarak antara mimpi dan realitas. Tetapi dia seorang pemimpin beretika yang
membantu semua mimpi pengikutnya menjadi kenyataan dalam kebahagiaan.
Pemimpin yang beretika tidak akan pernah
punya niat untuk menyingkirkan bakat-bakat hebat yang menjanjikan masa depan
cerah. Dia akan mengilhami semua orang dengan motivasi dan keteladanan untuk
mampu mencapai keunggulan, dan merangsang semua orang untuk berfikir positif
dan bekerja efektif.
Kempemimpinan merupakan sebuah kemampuan
seseorang untuk mempengaruhi individu maupun anggota kelompok tertentu agar mau
mengikuti apa yang telah diperintahkan oleh pemimipin. Kepemimpinan berasal
dari kata pimpin yang berarti bimbing
atau tuntun. Kata pimpin melahirkan
akata kerja memimpin yang
artinyamembimbing atau menuntun dan kata benda pemimpin adalah orang yang memiliki tugasuntuk memimpin.
Kepemimpinan dalam konteks birokrasi merupakan proses yanmenentukan berhasil
atau tidaknya birokrasi menjalankan fungsinya.
Pemimpin birokrasi bertanggung jawab agar bisa mengorganisir sumber daya
manusia yang ada dalam lingkup birokrasi sehingga dapat bekerja secara efektif,
efisien dan mampu menjalankan kewajibannya sebagai abdi masyarakat. Coutoris
bahkan menyatakan bahwakelompok atau birokrasi tanpa pimpinan seperti tubuh
tanpa kepala, mudah tersesat, kacau,anarki (Pasolong 2013). Sosok pemimpin yang
baik dan benar (the real leader)
dalamkegiatan birokrasi sangat dibutuhkan. Mengapa saya menambahkan kata
“baik dan benar” dalam pernyataan diatas ? karena saya melihat saat ini banyak
pemimpin birokrasi atau kepala Dsusun, kepala Desa, dan kepala Sekolah di
Indonesia memiliki kecenderungan menjadi seorang pemimpin yang tidak bisa
memimpin.
Pemerintahan sebagai salah satu unsur yang penting dari Negara mempunyai
posisi yang diterminan dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pemerintahan baik
keluar maupun kedalam karena posisinya yng demikian strategis itu maka
keberadaan Negara dan khususnya pemerintahan Negara menjadi sangat ditentukan
oleh keberhasilan pemerintahan dan pemerintah dalam menyelenggarakan
pemreintahan dalam kerangka mencapai tujuan Negara. Seperti kepala dusun,
kepala desa yang salah satunya adalah batang pememrintahan yang abdianya
sepenuh hati pada masayarakat, mengyomi, melayai dan bertindak adil pada
masyarakat.
Berdasarkan uraian di atas maka dilaksanakan penelitian/observasi
terhadap kepala dusun, kepala desa, dan kepala sekolah yang ditentukan menjadi
varibel dalam penlitian Ujian Akhir Semester di Mata Kuliah Etika dan Profesi
Keguruan di Universitas Hamzanwadi 2020.
Berdasarkan
uraian latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah dalam
penelitian/observasi ini adalah “Bagaimana Etika dan Keprofesionalan mejadai
seorang pemimpin
1.
Bagaimana
Etika dan Keprofesionalan mejadai seorang pemimpin Kepala Dusun Bingkok ?
2.
Bagaimana
Etika dan Keprofesionalan mejadai seorang pemimpin Kepala sekolah SMK Negeri 1
Sikur ?
3.
Bagaimana
Etika dan Keprofesionalan mejadai seorang pemimpin Kepala Dusun Montong gamang
1 ?
4.
Bagaimana
Etika dan Keprofesionalan mejadai seorang pemimpin Kepala dusun Pengadanagan ?
5.
Bagaimana
Etika dan Keprofesionalan mejadai seorang pemimpin Kepala desa Leming,
Kecamatan Terara ?
Berdasarkan Rumusan masalah di atas maka
tujuan dari observasi ini adalah sebagai berikut:
1.
Mengetahui bagaimana Etika dan Keprofesionalan
mejadai seorang pemimpin kepala Dusun Bingkok, Desa Montong gamang, Kecamatan
Koapang
2.
Mengetahui
bagaimana Etika dan Keprofesionalan mejadai seorang pemimpin kepala Sekolah SMK
Negeri 1 Sikur
3.
Mengetahui
bagaimana Etika dan Keprofesionalan mejadai seorang pemimpin kepala Dusun
Montong gamang 1 ?
4.
Mengetahui
Bagaimana Etika dan Keprofesionalan mejadai seorang pemimpin kepala Dusun
Pengadangan ?
5.
Mengetahui
Bagaimana Etika dan Keprofesionalan mejadai seorang pemimpin kepala Desa Leming
?
Adapun
Kegunaan Penelitian ini adalah Sebagi berikut :
Hasil observasi ini diharapkan dapat
memeberikan sumbangan pemikiran, informasi, dan menjadai bahan refrensi dalam
ilmu Etika dan Profesionalan sebagai pemimpin lebih ksususnya bagaiman menjadi
pemimpin yang beretika dan menyomi masyarakatnya, menyelesaikan msalah-masalah yang
dihadapi oleh masyarakatanya dan menjelasakan tentang kepemimpinan dari Kepala
Dusun Bingkok, Sekolah SMK Negeri 1 Sikur, Dusun Montong gamang 1, Dusun
Pengadangan dan kepala Desa Leming.
Hasil penelitian semoga dapat bermanfaat
dalam memberikan sumbangan pemikiran di Pemerintahan Kepala Dusun Bingkok,
Sekolah SMK Negeri 1 Sikur, Dusun Montong gamang 1, Dusun Pengadangan dan
kepala Desa Leming.. Bagi Peneliti, sebagai wahana untuk melatih berfikir
secara ilmiah melalui teori-teori yang didapat dalam aspek pemerintahan dan
sarana belajar untuk memahami permasalahan yang menjadi topik kejadian.
BAB II
PEMBAHASAN
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Sebagaimana yang dijelasakan oleh
Asep Hermawan (2005: 18) bahwa pendekatan kuantitatif adalah “suatu pendekatan
penelitian yang bersifat obyektif, mencakup pengumpulan dan analisis data
kuantitatif serta
menggunakan metode pengujian statistik”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja sebgai pemimpin lebih kepada Etika dan Profesioanal sebagai pemimpin disuatu struktur, diamana terdapat, kepala sekolah, kepala desa, kelapa dusun.
menggunakan metode pengujian statistik”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja sebgai pemimpin lebih kepada Etika dan Profesioanal sebagai pemimpin disuatu struktur, diamana terdapat, kepala sekolah, kepala desa, kelapa dusun.
Menurut Sugiyono (2011: 39), “variabel
penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau
kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Berdasarkan uraian tersebut
maka penelitian ini hanya memiliki 5 variabel yakni kinerja pemimpin lebih
kepada Etika dan Keprofesionalannya di Desa, Dusun, dan Sekolah yang
berbeda-beda, agar dapat melihat perbedaan pada pemimipin tersebut.
Definisi operasional ditetapkan untuk
menghindari salah penafsiran dan memperjelas pengertian yang terkandung dalam
variabel penelitian yakni mengenai Etika dan Keprofesionalan sebagai pemimpin.
Dalam penelitian ini Etika dan Keprofesionalan dapat dilihat dari bagaimana
seorang pemimpin menjalankan tugas dan tanggung jawabnya terhadap bawahannya.
Dalam hal ini tugas yang dimaksud adalah tugas pemimpin dalam melaksanakan
program dan perhatiannya sebagai pemimpin. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
Etika dan Keprofesionalan pemimpin merupakan pelaksanaan tugas-tugas utama pemimpin
yang terdiri dari melaksanakan, melayani dan memeberikan perhatiannya terhadap
bawahanya dengan baik dan sesuai aturan yang telah ditentukan. Untuk mengetahui
kinerja pemimpin profesional pemimin Kepala desa, kepala dusun, dan keala
sekolah dapat diukur dengan menggunakan indikator-indikator antara lain : dalam
hal pelaksanaan program yakni penggunaan alokasi waktu terhadap masyarakat,
pengelolaan/pengaturan terhadap aturan, penggunaan media dan sumber belajar
bagi sekolah.
Tempat untuk pengambilan data pada penelitian
ini dilakukan di 5 tempat, sebgai berikut :
1.
Kepalsa
Dusun Bingkok, Desa Mt. Gamang, Kec. Kopang, Lombok Tengah.
2.
Kepala Desa
Leming, Kec. Terara, Lombok Timur.
3.
Kepala SMK
Negeri 1 Sikur, Kecamata, Lombok Timur.
4.
Kepala Desa
Montong Gamang, Kec. Kopang, Lombok Tengah.
5.
Kepala
Dusun Montong Gamang 1, Kec. Kopang, Lombok Tengah.
6.
Kepala Dusun
Pengadangan, Desa Montong, Kec. Kopang, Lombok Tengah.
Populasi dalam penelitian ini adalah pemimpin
kepala Desa, kepla dusun dan kepala Sekolah dengan jumlah sebanyak 5 pemimpin
dari masing-masing pemimpin. Menurut Sugiyono (2011: 90) “populasi adalah
wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas
dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya”. Adapun jumlah pemimpin yang menjadi obyek
penelitian pada tahun 2020 adalah sebagai berikut.
Tabel 1.
Daftar Nama
Pemimpin Desa, Dusun, dan Kepala Sekolah tahun 2020.
No
|
Nama Pemimpin
|
Pimpinan
|
1
|
Heriawan
|
Kepala
Dusun Bingkok
|
2
|
Lalu
Yani Wardan S.Pd. M.Pd
|
Kepala
Sekolah SMK Negeri 1 Sikur
|
3
|
Akhir
Yasin S.H
|
Kepala
Dusun Montong Gamang 1
|
4
|
Masdani
|
Kepala
Dusun Pengadangan
|
5
|
H. J
Ayunan
|
Kepala
Desa Leming
|
Mengingat jumlah populasi yang besar maka
penelitian ini menggunakan sampel. Sugiyono (2011: 91 ) mengemukakan bahwa
“sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut”. Dalam penelitian ini pengambilan sampel dilakukan kepada pemimpin
kepala Dusun Bingkok, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sikur, Kepala Dusun Montong
Gamang 1, Kepala Dusun Pengadangan, dan Kepala Desa Leming dengan hasil wawancara terdapat kepala
pempinan masing-masing 1. Pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional
Random Sampling. Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 98) yang dimaksud
sampling berimbang menunjuk pada ukuran jumlah yang tidak sama, disesuaikan
dengan jumlah anggota tiap-tiap kelompok yang lebih besar. Dengan demikian maka
dalam pengambilan sampel, peneliti mengambil wakil dari masyarakat dan siswa
yang ada dalam populasi dengan jumlah yang disesuaikan jumlah masayarkat dan siswa.
Hal ini sesuai dengan sampel yang akan peneliti ambil yakni sampel pemimpin di Kepala
desa, kepala dusun, dan kepala sekolah.
Tabel 2.
Daftar Nama Masyarakat /Siswa
No
|
Nama guru
|
Asal
|
1
|
Salmin
|
Dusun
Bingkok
|
2
|
Indah
Sapitri
|
SMK
Negeri 1 Sikur
|
3
|
Nurjanah
|
Dusun
Mt.Gamang 1
|
4
|
Hulma
Yanti
|
Dusun
Pengadangan
|
5
|
Dewi
Utari
|
Dusun
Leming
|
Lokasi observasi dilaksanakan di 4 lokasi
yang berbeda pertama: Dusun Bingkok,
SMK Negeri 1 Sikur, Dusun Montong gamang, Dusun Pengadangan, dan Desa Leming.
Waktu penelitian dilakukan dalam kurang 1 x pertemuan + 20 menit, tanggal 05
s/d 10 Januari 2020 dimulai sesuai
kesempatan narasumber.
Suharsimi Arikunto (2010: 101) memberikan
penjelasan bahwa teknik pengumpulan data dalam penelitian dapat dilakukan
dengan menggunakan angket (questionnaire), wawancara atau interviu (interview),
pengamatan (observation), ujian atau tes (test), dokumentasi (documentation),
dan lain sebagainya. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang akan
peneliti gunakan adalah angket, observasi dan dokumentasi. Wawancara digunakan
sebagai teknik utama dalam pengumpulan data, sedangkan Observasi dan dokumentasi
sebagai teknik pendukung. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut.
Untuk mendukung perolehan data dalam
penelitian ini digunakan teknik observasi yakni dengan melihat secara langsung
kegiatan belajar mengajar di kelas. Hal ini seperti yang diungkapkan Riduwan
(2004: 104) bahwa observasi merupakan teknik pengumpulan data, dimana peneliti
melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari
dekat kegiatan yang dilakukan. Dalam penelitian ini observasi ditujukan kepada
pemimpin untuk mengungkap rumusan masalah mengenai etika dan profesionalan
pemimpin dalam pelaksanaan program kerja dan perhatiannya terhadap bawahannya.
Observasi dalam penelitian ini dilakukan untuk mendukung data yang peneliti
peroleh dari hasil wawancara. Yang di wawancarai adalah masyarakat desa, dusun
dan siswa SMK Negeri 1 Sikur.
Berikut Bentuk pertanyaan yang dilontarkan
kepada nara sumber:
1.
Tahukan
anda siapa nama kepala dusun/desa/sekolah anda ?
2.
Tahukan
anda bagaimana intraksi sehari-hari kepala dusun/desa/ sekolah anda ?
3.
Menurut
anda apakah kepala dusun/desa/sekolah anda tata kramnya kepada bawahanya sudah
bagus ?
4.
Perhatian
apa yang sudah diberikan oleh pemimpin anda ?
5.
Pernahkan
anda mersakan bantuan dari pemimpin anda ?
6.
Jika
ada masalah, apakah pemimpin anda cepat mengatasi msalah tersebut ?
7.
Menurut
anda apakah pemimpin anda dalam memimpin dapat memberiaan solusi yang terbaik
atas msalah yang di hadapi ?
8.
Apakah
paimipin anda adil sebgai pemimpin ?
9.
Apakah
anda merasakan perhatian dari pemimpin anda, misalkan diberikan bantuan atau
sejisnya ?
10. Apa saja program yang telah di lakukan oleh
pemimpin anda selama menjadi pemimpin ?
11. Apa harapan anda kedepanya untuk pemimpin
anda dalam ngatasi permasalahan bawahannya ?
Setelah melakukan observasi maka, dapat di
uraiakan secara menyeluruh dari bagaiman etika dan Profesionalan dari
masing-masing Kepala/Pimpinan dari kepala Dusun Bingkok, Kepala Sekolah SMK
Negeri 1 Sikur, Kepala Dusun Montong Gamang 1, Kepala Dusun Pengadangan, dan
Kepala Desa Leming tersebut :
a. Biodata
Kepala Dusun dan Nara Sumber (N.S)
1.
Nama : Heriawan
Alamat : Bingkok, Desa Montong Gamang,
2.
Nama
N.S. : Salmin
Alamat : Bingkok, Desa Montong Gamang
b. Etika
Kepemimpinan
Menurut Salmin (2020) menyatakan bahwa “etika
atau tutur kata kepala dusun saya, pak heri cukup baik, sopan dan santunya,
ketika kita berbicara dengannya” dalam hal ini bahwa kepala dusun Bingkok ini
sudah memiliki sedikit ada etikanya terhadap bawahannya apabila saat bertemu
dengan masyarakatya. Dalam tingkah laku Salmin (2020) menuturkan “kepala dusun
saya berprilaku sebgaiman ia menjadi pemimpin yang baik” bisa kita ambil
kesimpulan dalam etika kepemimpinan kepala dusun bingkok lumayan bagus menurut
hasil observasi di salah satu warga bingkok.
c. Profesional
sebagai pemimpin
1)
Perhatian
kepada masyarakat
Menurut Salmin (2020) memberikan penjelasan bahwa “perhatiannya kepala
dusun kepada kami disini masih kurang yang kami rasakan, termasuk pada saat ada
masalah yang ada” dalam hal ini kepala dusun bingkok tidak begitu perhatian
terhadap masyarakatnya ketika aada masalah yang dihadapinya.
2)
Memecahkan
masalah
Menurut Salmin (2020) mengatakan “kepala dusun Bingkok disini, kalo saya
melihat dari sisi cara menagani msalah masyarakatnya masih idi katakan bahwa
snagat lambat” dalam hal jelas bahwa kepala dusun bingko masih belum menjadi
pemimpin yang dapat memberikan solusi terhadap bawahanya pada saat
masyarakatnya menrima musibah atau masalah, bahakan menurut Salmin (2020) juga
“pada saat gempa kemarn, rumah saya retak akibat gmpa yang melanda kita, kepala
dusun tidak pernah meninjau secara langsung, apakah kita merima akibat dari
gempa tersebut”
3)
Program
Menurut Salmin (2020) menilai “program yang dilakukan oleh kepala dusun selama
mnjadi pemimpin disi tidak pernah sama sekali” dalam hal ini pemimpin kapala
dusun tidak pernah memberikan suatu progrma yang dapat di terima atau dirasakan
oleh masyarakatnya.
4)
Harapan
Masyarakat
Harapan ibu Salmin (2020) “harapan saya untuk kedepannya, supaya kepala
dusun membeikan perhatian yang cukup terhadap masyarakatnya lebih-lebih orang
yang membutuhan perhatiannya, termasuk bantuan-bantuan” dalam hal ini
dikarenakan oleh tidak ada kedekatan kepala dusun terhadap masyarakatnya.
5)
Kesimpulan
Melihat hasil observasi maka Heriawan sebagai pemimpin masih belum
profesioanal dalam meberikan pelayanan, menayomi segala permasalahan terhadap
bawahanya. Kendakipun etikanya sudah cukup baik, tidak cukup dengan hal itu
tentu ada dukungan dari masyarakatnya supaya program dapt di buat dan
dilaksanakan oleh masyarakatnya.
a. Biodata
Kepala Sekolah dan Siswa
1)
Nama : Lalu Yaniwardan S.Pd., M.Pd
Alamat : Desa Rarang, Kecamatan Kopang
2)
Nama
Siswa : Indah Sapitri
Alamat : Sikur, kecamatan Sikur
b. Etika
Kepemimpinan
Menurut indah (2020) menyatakan bahwa “dalam
beritika atau tutur kata kepala sekolah kami, bapak yani kerap dipanggil mamiq
cukup baik, sopan dan santunya, ketika kita berbicara sama guru atau siswanya,
hanya saja kepala sekolah agak jauh dari siswa” artinya bahwa kepala sekolah
dalam bertemu dnegan siapapun itu apsti saling sapa senyum, tetapi menurut
pendapat Indah bahwa kepala seklah tidak terlalu dekat dengan siswa atau kata
lain adalah anatara kepala sekolah semestinya jadi keluarga yang erat dekat dan
saling mencintai dalam artian sebgai kepala sekolah dan guru.
c. Profesional
sebagai pemimpin
1)
Perhatian
kepada Siswa
Menurut Sapitri. I (2020) memberikan
penjelasan bahwa “perhatiannya kepala sekolah kepada kami sebagai siswa masihkurang
di perhatikan, kepada kami disini masih kurang yang kami rasakan, termasuk pada
saat ada masalah yang ada” dalam hal ini kepala dusun bingkok tidak begitu
perhatian terhadap masyarakatnya ketika aada masalah yang dihadapinyasperti halnya
dengan harapan sisiwa sulit untuk dipenuhi contoh memfasilitasi untuk praktik
kejuruan.
2)
Memecahkan
masalah
Menurut Sapitri. I (2020) mengatakan “kepala
sekolah ketika ada masalah di sekolah anagat cepat untuk di atasi, misalkan
permasalahn sisiwa antar siswa bahkan guru dengan siswa” artinya bahwa kepala
sekolah memiliki integritas yang kuat untuk memecahkan suatu maslah ayang
dihadapi oleh bawahannya seperti bapk kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1
Sikur bapak Lalu Yaniwardan S.Pd.
3)
Program
Menurut Sapitri. I (2020) melihat kinerja kepala sekolah “program yang
dilakukan oleh kepala sekolah adalah melakukan zero waste dan perbanyak kedung
dan taman di sekolah” artinya bahwa kepala sekolah memeberikan yang terbaik
dalam masa kepemimpinannya dalam segi pembangunan prasarana dan sebagainya.
4)
Harapan
Masyarakat
Harapan Sapitri. I (2020) “harapan saya
kedepannya untuk kepala sekolah , supaya untuk di fasilitasi teman-teman yang
membutuhkan fasilitas praktik kejuruan”
5)
Kesimpulan
Melihat hasil observasi maka Lalu Yaniwardan
S.Pd., M.Pd telah memberikan yang terbak buat pelayanannya sebgai pmimpin,
melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin, hanya saja beliau tiadak memnuhi
kebutuhan dari siswa seperti mempaslitasi siswa-siswi untuk praktiknya.
a. Biodata
Kepala Dusun dan Nara Sumber (N.S)
1)
Nama :
Akhir Yasin S.H
Alamat : Montong gamang, Desa Montong Gamang
2)
Nama :
Nurjanah
Alamat : Nama : Akhir Yasin S.H
b. Etika
Kepemimpinan
Menurut Nurjanah (2020) mengatakan bahwa
”etika kepala dusun disini sangat nayaman diteima, dalam hal menyapa dan
berbicara dengan masyarakatnya” artinya bahwa sedikit lebih mengutamakan
etikanya ketika berbicara dengan masayarakatnya.
c. Profesional
sebagai pemimpin
1)
Perhatian
kepada masyarakat
Menurut Nurjanah (2020) “perhatinya kepada masyarakat alhamdulillah
sudah bagus dan lebih megutamakan masayarakatnya” dalam artian bahwa kepala
dusun melakukan tindakan yang semaksimal mungkin untuk memberikan pelayan dan
memberikan perhatian kepada masyarakat.
2)
Memecahkan
masalah
Dalam memecahkan masalah kepala dusun agak lebih cepat dari pada kepala
dusun yang lian untuk emcahkan masalah speti yang dikatakan Nurjanah (2020)
“kepala dusun disini cepat dia selesaikan masalah yang kita hadapi”.
3)
Program
Menurut Nurjanah (2020) menerangkan bahwa “program yang dilakukan oleh
kepala desa selma ini hanya pembersihan lingkungan sekitar istilahnya gotong
royong”
4)
Harapannya
Harapan ibu Nurjanah adalah supaya “ semoga kepala dusun dapat mengoyomi
masarakat dengan baik”
5)
Keseimpulan
Dalam hal ini bahwa kepala dusun memberikan pelayanan kepada masyarkat
agak lebih baik daripada kepala desa yang lain.
a. Biodata
Kepala Dusnu dan Nara Sumber (N.S)
1)
Nama : Masdani
Alamat : Montong gamang, Desa Montong Gamang
2)
Nama : Hulma Yanti
Alamat : Pengadangan, Desa Montong Gamang
b. Etika
Kepemimpinan
Menurut Hulmayanti (2020) dalam etika kepala
dusun “kalau masalah etikanya kurang tau solnya jarang ke msyarakat, sehingga
kita juga jarang meilhatya secra langsung, kalo misalkan ada kegiatan barun ada
kelihatanya, sperti orang bagawai atau kegiatan ibadah lainnya” dalam hal ini
menandakan bahwa kepala dusun ini tidak begitu dekat dengan masyarakat padahal
pada hakikatnya masayarakat snagat membutuhkan yang namanya kepala dusun untuk
membantu atau memeberikan arahan kepada masayarakat.
c. Profesional
sebagai pemimpin
1)
Perhatian
kepada masyaraka
Menurut Hulmayanti (2020) menyatakan bahwa
“perhatiannya terhadap masyarakat agak kurang, soalanya jarang bergaur sama
masyarakat” aratinya bahwa kepala dusun perhatiannya masih kurang sehingga
masyarakat agar kurang mengetahui karakter dari kepala dusun.
2)
Memecahkan
masalah
Menurut Hulmayanti (2020) menyatakan bahwa “kepala dusun ini tidak
begitu cepat dalam melihat dan mengatasi permasalah yang dihadapi oleh
masyarakatnya” artinya adalah bagaiamana pemimpin ini sedikit lebih lamaban
dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
3)
Program
Menurut Hulmayanti (2020) “ saya tidak pernah melihat kepala dusun
melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifatnya kemsayarakatan” maksudnya dalah
kepala dusun ini belum pernah melakukan program selama ia menjadai kepala
dusun.
4)
Harapannya
Hulmayanti (2020) mengungkapkan harapanya “harapan kedepanya suoaya
kepala dusun dapat melayani, memnerikan bantuan kepda msayarakat dengan sepenuh
hati, berjiwa besar dan halus”
5)
Keseimpulan
Kesimpualan yandapat diambil dalah bagaimana pemimpin itu perlu ada
tegur sapa ketika bertemu dan minimal meberikan kegatan terhdap masyarakat agar
masyarakat dapat melihat perkembanagan lingkungannya.
a. Biodata
Kepala Desa dan Nara Sumber (N.S)
1)
Nama :
H J Ayunan
Alamat :
Desa Leming, Kecamatan Terara
2)
Nama
(N.S) : Dewi Utari
3)
Alamat : Desa Leming, Kecamatan
Tearara
b. Etika
Kepemimpinan
Menurut Utarai I. (2020) menyakan bahwa
“Etika kepala desa saya melihatya itu sangat senag sekali, akrena beli tetap
enyum k alu ketemu sama kita dan
masyarakat setempat, cara berbicarany dan sebgainya” dalam hal ini menandakan
bahwa menjadi pemimpin itu sanagat dibutuh pemimpin yang humoris dan karismatik
sehingga disegani oleh masyarakatnya seperti bapak kepala desa Leming ini.
c. Profesional
sebagai pemimpin
1)
Perhatian
kepada masyarakat
Menurut Utarai I. (2020) menuturkan bahwa
perhatianya kepala desa sedikit agar kurang “kepala desa disini perhatianya
sedikit lebih renggang dari masyarakatnya, sehingga masyarakat tidak mersakan
perhatiannya sebagai pemimpin, sperti memberikan segala macam bantua yang
merta, tidak hanya elihat satu tempat saja” dalam artian bahwa kepala desa
tersebut masih jah dari masayarakatnya dalam memperhatikan kebutuhan
masyarakatnya.
2)
Memecahkan
masalah
Menurut Utarai I. (2020) mengungkapkan “ bapak kepala desa dalam mmecahkan
maslah juga terlalu lanbat, sperti perbaikan jalan udah beberapa kali kita
sampaikan tentang hal itu, namun tak kunjung-kunjung di realisasikan” dalam hal
ini menandakan bahwa kepala desa Leming agak sedikit lambat dalam menangani
masalah yang dihaadapi oleh msyaratkat, seharusnya sebagai pemimpin haruslah
sigap dalam memecahkan masalah.
3)
Program
Menurut Utarai I. (2020) “program yang dilaksakan selama ini dalah hanya
ada kegiatan Senam-senam dari Ibu PKK) sedikit tidak ada program yang buat dan
dilaksanakannya.
4)
Harapannya
Menurut Utarai I. (2020) “harapan kedepnaya agar kepala desa
mementingkan masyarakatny dalam hal perbikan jalan”
5)
Keseimpulan
Melihat dari pejelasan hasil obsservasi menandakan bahwa kepala desa
Leming memang cukupbagus untuk etika, namn sedikit lambat dalam mengatsai
permsalahn yang dihadpi oleh msayarakatnya.
BAB II
KESIMPULAN
Pemimpin itu adaalah yang menjadi tolak
peluru bagi masyarakat dalam segala hal tentang pemberian pelayanan. Pemimpin
yang baik itu adalah pemimpin yang mempunyai etiak yang baik, soapan santun
yang ari bjaksana dan dapat mengayomi masyarakat dengan spenuh hati yang besar.
Daam hasil observasi dari pembahsan itu dapat memberikan gambaran bahwa
pemilian masing-masing orang itu berbeda-beda, kita tidak bisa melakukan hal
yang terbaik tanpa ada dorongan darimasyarakat.
Kepemimpinan yang profesional itu dapat dilihat
dari bagaiman ia memberikan perhatian terhadap masyarakatnya, memberikan
program dan memebrikan bantuan terhadap permasalah yang dihadapi oleh
masayarakat tersbut. Dalam hal tentu pemimpin perlu kedekatan dengan masyarakat
agar menjadi pemimpin yang baiak, dan disegani oleh seluruh masarakatnya.
Dalam mengumpulkan data agak sedikit lebih
sulit karena harus mencari oarang-orang yang bener-tau karakter pemimpinya,
oleh karena itu semoga lebih baik dalam pengumpulandata selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Egon. 2016.
Makalah etika kepemimpinan dan penentuan kebijakan pendidikan” dapat
diakses : https://www.academia.edu/35599951/MAKALAH_ETIKA_KEPEMIMPINAN_DAN_PENENTUAN_KEBIJAKAN_PENDIDIKAN
Douz J. 2015. Makalah Kepemimpinan
Pemerintahan”. Dapat diakses : https://www.academia.edu/37924271/MAKALAH_KEPEMIMPINAN_PEMERINTAHAN
LAMPIRAN






Komentar
Posting Komentar